Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Januari 2014

Ini Dia Jalan Paling Indah di Dunia



          Saat menikmati keindahan tempat wisata tidak melulu harus dengan berkendara, beberapa tempat akan lebih menyenangkan dan indah jika dinikmati dengan cara berjalan kaki. Seperti salah satu lokasi yang terletak tepat di negara Brazil.

    Sebuah jalan yang bernama ‘RuaGonçalo de Carvalho’ ini menawarkan pemandangan yang sangat indah, jalan ini sangat spesial dan dijuluki sebagai jalan paling indah di dunia. Jalan ini berada di daerah Porto Alegre, Rio Grande do Sul.
          Jalan sepanjang 500 meter ini sangat asri karena diapit oleh pohon - pohon tipuana yang tinggi, pohon tersebut seperti membentuk kanopi besar menyerupai terowongan berwarna hijau.
Dilansir dari whenonearth, untuk mendapatkan gelar jalan paling indah di dunia tidak hanya dilihat dari keindahan visual saja, tetapi karena pohon – pohon asri ini ditanam dan dirawat dengan sepenuh hati oleh warga kota
         Pohon-pohon tipuana ditanam mulai tahun 1930 oleh pekerja Jerman yang bekerja di dekat pabrik. Selama bertahun-tahun, pohon – pohon tersebut tumbuh dengan ketinggian yang luar biasa hingga mencapai lantai 7 sebuah bangunan.
          Pada tahun 2005 lalu, sebuah pusat perbelanjaan baru direncanakan akan didiran dan mengancam pohon tersebut. Namun, akhirnya penduduk setempat bangkit dan berhasil menjalankan kampanye untuk pelestarian pohon – pohon dijalan. Pemerintah pun akhirnya turut melindungi jalan tersebut dan menyatakan bahwa jalan tersebut adalah warisan sejarah, budaya, dan alam kota.
Tertarik untuk berkunjung ke RuaGonçalo de Carvalho, Dreamers? ^^

Baca Selengkapnya...

Jumat, 24 Januari 2014

Panorama Bangunan Paling 'Gila' Yang Ada di Kota Braunschweig

Sebuah bangunan dengan tembok warna – warni berdiri di kota Brunswick, Jerman. Bangunan ini telah menjadi daya tarik wisata karena bentuknya yang terlihat lucu dan tidak biasa. Para pengunjung yang paling penasaran untuk bisa melihat bangunan ini umumnya adalah anak muda.
Dilansir dari laman Unusualplaces, bangunan yang dihiasi dengan gambar gaya graffiti tiga dimensi ini disebut 'The Happy Rizzi House'. Bentuknya jauh dari standar bangunan pada umumnya, namun bangunan ini terlihat ekologis dan tenang karena banyak pohon yang ditanam serta tersedia lahan parkir untuk sepeda.
"The Happy Rizzi House" diciptakan oleh seniman James Rizzi pada tahun 2001. Pria asal Amerika Serikat ini sudah berpengalaman dalam dunia arsitektur dan grafis. James  mengambil pendidikan seni di University of Florida, ditempat itulah ia mempelajari teknik tiga dimensi dan memutuskan untuk menjadi seniman jalanan New York.
Penduduk lokal mengungkapkan bahwa ‘The Happy Rizzi House’ adalah bangunan paling 'gila' yang pernah didirikan di Kota Brunswick. Awalnya, bangunan ini sangat di benci sampai ingin dirobohkan, namun akhirnya secara perlahan dapat diterima dan dikagumi.
Tertarik untuk mengunjungi bangunan unik ini, Dreamers? ^^

Baca Selengkapnya...

Mongabay Travel: Air Terjun Batu Dinding, Keindahan Yang Tersembunyi Kabupaten Kampar

            Hampir tiga jam, disuguhi deretan perkebunan kelapa sawit, jejeran rumah-rumah penduduk, dan hilir mudik kendaraan, Mongabay-Indonesia akhirnya tiba di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, siang itu dari Pekanbaru bertarikh 19 Januari 2014.
Pohon kelapa gagah berdiri tegak di antara rumah-rumah warga. Rumput-rumput hijau bertebaran di samping dan di halaman rumah warga atau di samping kiri-kana jalan bersemen lebar dua meter.
Seekor kerbau berwarna coklat memakan rumput tanpa peduli kendaraan roda dua hilir mudik. Empat meter dari si kerbau, di balik pohon kelapa, rimbunan pohon bambu, suara arus sungai Subayang terdengar. Dengan lebar sekira 25 meter, di kiri kanan sungai Subayang berdiri tegak rimbunan pohon-pohon nan hijau.
    Penanda lokasi objek eko wisata batu dinding.
 Saat hendak menaiki perahu panjang terbuat dari kayu digerakkan mesin, warga sedang mandi di sungai, tanpa mempedulikan kehadiran kami, mereka asyik mengguyur air sungai Subayang.
Perahu melaju, meliuk-liuk mengikuti alira sungai Subayang. Bukit-bukit tertutup pohon-pohon hijau, terihat sepanjang perjalanan. Kian mendekat, hijaunya kian terang.
Dua menit berlalu, kami benar-benar dikelilingi pepohonan nan hijau berderet, berbaris di atas bukit-bukit. Tak ada lagi rumah warga kelihatan. Sesekali perahu-perahu hilir mudik melintas. Kala ombaknya terkena, perahu kami terasa oleng.
    Perahu dari kayu melintasi hutan dan sungai sebayang.
 Perahu melambat, menghindar bebatuan. Tak jauh dari bebatuan besar itu, perahu berhenti di pinggiran, dekat batu besar berdiri tegak menyerupai dinding. Warga menyebutnya: Batu Dinding. Tak ada papan nama.
Suara air terjun terdengar, begitu mesin perahu dimatikan. Jalan tanah becek berwarna kecoklatan. Deretan tulisan terbuat dari kayu beratap seng tertulis: Selamat Datang di Areal Objek Wisata Batu Dinding. Papan nama itu dibuat oleh Kelompok Kerja Batu Dinding.
Belum sampai lima menit, menaiki bukit, perahu dan aliran sungai tak lagi kelihatan. Hanya pepohonan mengelilingi perjalanan dan suara air terjun. Suara air terjun, kian terdengar keras.
Hampir dua puluh menit, sekitar 1.143 langkah kecil berjalan menaiki dan menuruni bukit, tersembunyi dan dikelilingi pepohonan nan hijau.
    Hutan di sekitar Sungai Subayang.
            Derasnya gumpalan air turun dari dinding berbatu menghantam genangan air di bawahnya, dan airnya mengalir turun ke bawah sambil menghantam bebatuan keras, berbunyi di tengah belantara hutan.
Satu jam menikmati air terjun sambil bersantap nasi bungkus, bebatuan, aliran air, dan orang-orang yang berenang dan tentu saja: hijaunya pepohonan mengelilingi air terjun.
Satu pemandangan mengusik mata, di samping pondokan itu: sampah plastik bekas makanan minuman berserakan di samping tempat sampat terbuat dari drum. Meski ada papan bertuliskan buanglah sampah pada tempatnya!
Kelompok Kerja Batu Dinding bersama rombongan WWF Riau memungut sampah, memasukkan dalam kantong goni. Sejenak, air terjun batu dinding bersih dari sampah.
Membersihkan sampah, salah satu kegiatan Kelompok Kerja Batu Dinding bentukan dari masyarakat Desa Tanjung Belit. “Selain memungut sampah, membuat trek jalan agar bisa dilalui pengunjung, membuat plang nama sebagai petunjuk dan pondokan untuk pengunjung beristirahat,” kata Mahwel, 20 tahun, Ketua Kelompok Kerja Batu Dinding, asli dari Desa Batu Dinding.
       Sisi lain pemandangan air terjun batu dinding.
 Ekowisata Air Terjun Batu Dinding, sepenuhnya dikelola oleh masyarakat Desa Tanjung Belit.
Menurut Mahwel, setiap minggu, hampir dua juta rupiah pemasukan untuk Tanjung Belit. “Belum lagi, kalau hari-hari tanggal merah dan libur panjang. Lumayan ramailah,” katanya.
Melihat pengunjung kian ramai dan objek wisata batu dinding terjaga, masyarakat Desa Batu Dinding melalui pemerintah desa membentuk Peraturan Desa pada November 2013. “Isinya dilarang menebang pohon, merusak fasilitas dan berbuat maksiat saat berada di objek wisata dan hutan ini tak boleh dimiliki oleh seseorang,” kata Zulfihas sekretaris Desa Tanjung Belit. ”Perdesa ini juga membantu kas desa.”
Salah satunya mereka tak boleh merusak hutan, karena adat mereka meralang. Desa Tanjung Belit bagian dari wilayah adat kekalifahan Kuntu, yaitu kalifah ujung bukit.
Sebelum ramai pengunjung dan kelompok kerja terbentuk, awalnya Mahwel mengajak pemuda di kampungnya sekitar 15 orang terdiri atas perempuan dan lelaki. Mereka membuat jembatan manual agar bisa dilalui pengunjung dan memungut sampah.
“Tujuan saya mengembangkan eko wisata tanpa merusak alam,” kata Mahwel, saat mengajak kawan-kawannya, ia merogoh kocek sendiri untuk merawat alam. Agar terorganisir, terbentuklah Kelompok Kerja Batu Dinding pada 21 Februari 2013. Tugas mereka, menjaga dan merawat alam untuk ekowisata.”Harapan terbesar saya, ekowisata ini dikenal oleh dunia.”
Esoknya,kami kembali ke Pekanbaru meninggalkan Sungai Subayang, hutan alam bukit rimbang baling dan air terjun batu dinding nan di tengah hutan, sambil mengenang, warga menyebutnya sambal kacau, ikan ditumbuk lantas dicampur dengan cabe hijau dan bumbu lainnya lantas dikacau.


Baca Selengkapnya...

Wisata Indonesia Diminati di Austria





Stand pameran Indonesia di pameran internasional Ferien Messe, Wina, Austria ramai dikunjungi warga asing. Para calon wisatawan Austria memuji alam yang indah dan makanan lokal Indonesia. "Musim panas ini saya akan berlibur ke Jawa, Komodo, dan Flores," kata Brigitte Maresch, kepada Tempo di stand pameran Indonesia, Ahad, 19 Januari 2014. "Saya akan datang bersama keluarga saya."
Liburan ke Indonesia merupakan kedua kalinya bagi perempuan 41 tahun ini. Brigitte pernah berlibur ke Bali, Lombok, dan Toraja pada 2010. "Ketika itu saya tahu tentang Indonesia dari teman saya yang pernah ke sana," kata Brigitte.
Selain mengagumi alam Indonesia, Brigitte menyukai makanan dan budaya Indonesia. "Yang paling saya suka adalah nasi goreng dan sate," kata ibu satu anak ini. "Saya suka dengan orang Indonesia. Mereka ramah."
Budaya dan alam adalah tema utama yang dipamerkan stand Indonesia di Ferien Messe. Mengangkat isu ekoturisme, Kedutaan Besar Indonesia di Wina menonjolkan situs-situs wisata alam. Diantaranya Flores, Pulau Komodo, Bromo, Bunaken, Raja Ampat, dan lainnya. Warga asing yang mengunjungi stand Indonesia antusias mencari informasi tentang situs-situs wisata tersebut.
"Saya sangat ingin ke Pulau Komodo," kata Norbert Sidak yang berencana akan berlibur ke Indonesia Maret mendatang. Ia mengaku mengetahui Pulau Komodo dari temannya. "Saya sangat gembira. Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Indonesia," kata Norbert yang akan berlibur bersama teman-temannya selama dua minggu.
Para calon wisatawan rata-rata sudah mengetahui keindahan alam Indonesia, terutama dari cerita mereka yang sudah pernah ke sana. Salah satu kesaksian turis yang pernah ke Indonesia dituliskan di buku tamu stand pameran. "Jika ada surga di dunia, maka adanya di Indonesia," tulis seseorang yang bernama Willi.

Baca Selengkapnya...

Jumat, 23 Maret 2012

Obyek Wisata Alam Kab.Grobogan



   1.Api Abadi Mrapen
  Api Abadi Mrapen adalah salah satu fenomena alam yang unik yang terletak di desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.Api ini keluar dari dalam tanah dan tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.Api ini di gunakan untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olah Raga Nasional maupun di gunakan untuk upacara hari Raya Waisak.Di tempat ini juga terdapat sendang yang airnya senantiasa kelihatan mendidih tetapi tidak panas.namanya "Sendang Dudo".Anehnya letupan air ini bisa menyala bila terkena api.Selain keanehan di atas,di tempat ini juga tersimpan batu Umpak atau batu Bobot yang dikeramatkan warga setempat.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             2.Waduk Kedung Ombo
     
        Waduk Kedung Ombo adalah salah satu Waduk terluas di Pulau Jawa.Waduk ini mencakup tiga Kabupaten,yaitu Sragen,Boyolali dan Grobogan.Waduk ini di bangun pada pertemuan sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak persis di Dukuh Kedong Ombo,Desa Rambat,Kecamatan Geyer,Kabupaten Grobogan.
     Kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area yang luas.Terdapat pohon-pohon yang tumbuh di area waduk sehingga suasana lebih rindang dan sejuk.Para pengunjung di waduk ini bisa memancing ikan di pinggir waduk (sambil pacaran juga boleh).

        Bagi pengunjung yang suka berlayar di tempat ini di sediakan jasa perahu motor yang siap mengantar anda keliling waduk.Jangan khawatir kalau anda lapar,di tempat ini ada banyak juga yang berjualan bermacam-macam ikan.Wach...asyik tuh pas banget buat liburan bersama keluarga anda.Ditambah lagi terdapat area bermain anak-anak yang membuat anak anda merasa betah.Tidak heran kalau tempat ini ramai di kunjungi.

    3.Bledug Kuwu

       Bledug Kuwu adalah Obyek wisata alam yang berupa telaga lumpur hangat yang luas.Fenomena bledug kuwu ini adalah keluarnya air beserta lumpur dari endapan laut purba yang keluar karena tekanan air vertikal.Lumpur yang disemburkan disertai asap putih yang membumbung itu rata-rata bisa mencapai ketinggian 3 meter.Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu,Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.Lumpur ini mengandung air dan garam.Adanya kandungan garam di tempat itu di manfaatkan masyarakat setempat untuk membuat garam secara tradisional.
 
       Menurut cerita turun menurun yang beredar di masyarakat setempat,Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia).
Konon lubang itu adalah jalan pulang seekor naga yang bernama Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajan Medang Kamulan yang telah berhasil mengalahkan Dewata Cengkar di Laut Selatan.Jalan pulang yang di tempuh Joko Linglung itu bukan melalui jalan darat melainkan lewat dari dalam tanah.Lubang itu terbentuk karena Joko Linglung keluar dari dalam tanah,karena dia mengira telah sampai di tempat yang di tuju dan di Kuwu inilah Joko Linglung sempat melepas lelah dan kini diyakini menjadi asal mula Bledug Kuwu.
       Di tempat ini juga banyak yang berjualan Es Degan dan jenis minuman lainnya.Wach...mantap,cocok untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman anda.Tapi sayangnya Obyek Wisata kurang di perhatikan Pemerintah setempat.
   
      4.Air Terjun Widuri
 
         Lokasi Air terjun Widuri terletak di Desa Kemadoh Batur,Kec.Tawangharjo,Kab.Grobogan.
Air Terjun Widuri memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter,dengan air yang jernih dan udara di sekitar sangat sejuk serta hijaunya pemandangan di tempat ini terlihat mempesona dan sangat indah.
                            
Sementara itu di sekelilingnya tumbuh pepohonan yang lebat sebagai tempat tinggalnya kera-kera hutan.Selain sebagai Obyek Wisata,tempat ini juga menjadi bumi Perkemahan yang sangat luas,sehingga menambah daya tarik pengunjung,khususnya bagi para remaja yang memiliki jiwa petualang dan pecinta alam sejati (seperti saya) :))
      5.Makam Ki Ageng Selo

Makam Ki Ageng Selo terletak di desa Selo,Kecamatan Tawangharjo,Kab.Grobogan.Tempat ini sebagai Obyek Wisata spiritual.Makam ini ramai di kunjungi para peziarah pada malam Jum'at,dengan tujuan untuk mencari berkah agar permohonannya di kabulkn oleh Alloh .Ki Ageng Selo(Kyai Ageng Ngabdurahman Sela) sendiri menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar di akui memiliki kesaktian yang sangat luar biasa,beliau bisa menangkap petir.Beliau adalah keturunan Majapahit serta nenek moyang raja-raja Mataram Surakarta dan Yogyakarta.
        Ki Ageng Selo di percaya masyarakat jawa sebagai cikal bakal yang menurunkan raja-raja di tanah jawa.Bahkan pemujaan kepada makam Beliau masih di tradisikan oleh raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.Sebelum Gerebeg Mulud( Upacara yang di selenggarakan pihak kraton kepada masyarakat berupa gulungan),utusan dari Surakarta datang ke makam Beliau untuk mengambil api abadi yang ada di makam tersebut.Begitu pula tradisi yang di lakukan oleh raja- raja Yogyakarta.Api dari makam tersebut di anggap sebagai api keramat.




Selain Obyek Wisata di atas,masih banyak Obyek Wisata Alam yng lain.Monggo Sedoyonipun tansah piknik teng Kab.Grobogan.....!!!!
Matur Suwun
Baca Selengkapnya...
The Alien - Help Select"), auto;} body a:hover{cursor: url("The Alien - Help Select"), auto;}

2

1